Thursday, October 29, 2020

OUR JOURNEY


Keberanian saat memilih untuk berkomitmen, boleh jadi modal awal. Walau dalam perjalanannya kerapkali kehilangan makna dan tidak lagi jadi sesuatu yang luar biasa.
  
Kekuatan untuk tetap berada dalam sebuah komitmen yang dipilih pun, seiring waktu bukan lagi prestasi yang butuh sebuah piala sebagai bentuk eksistensi.

Konsisten untuk saling mengisi komitmen yang disepakati, tanpa ke-ikhlasan pun layaknya roman picisan. Nikmat diumbar tapi lalai esensi.

Namun, menjalani hidup bersama dengan kejujuran dan saling mengasihi dengan kesungguhan, demi menjemput keberkahan, sudah jadi pelengkap ditiap rute yang dilewati, dan terus hingga ke ujung nanti.

Semoga kasih sayang-NYA senantiasa tercurah disetiap perjalanan hidup kami, Aamiin Ya Rabb!


To Live Life Honesty, To Love Truly!

💝💝

Wednesday, September 23, 2020

A LETTER TO YOU


"Semakin kamu belajar, semakin kamu mengerti, bahwa banyak hal yang belum kamu ketahui"


sumber foto pribadi

Seperti itulah kesan yang kudapat, dari rutinitasku di 20 hari terakhir ini, saat mengikuti kelas online "Menulis dan Ngeblog Itu Asyik, Batch 2", asuhan Kak Raihana Mahmud dan Ce Maria Magdalena, di aplikasi whatsapp grup.

Selain beberapa teman lama dari batch 1, di waktu yang lalu. Bertemu banyak teman baru, dengan latar belakang profesi yang sudah tentu beragam, hingga ke lintas generasi, di dalam satu grup online. Sungguh, jadi pengalaman tersendiri dan berkesan pula. 

Ternyata, cukup berangkat dari satu minat yang sama, untuk menggali potensi diri dan keberanian serta tetap konsisten menulis, di blog masing-masing ini. Bukan sekedar menyelesaikan tugas menulis yang diberikan saja, bahkan mampu melecut semangat untuk saling support, demi kemajuan blog kami bersama.
Pada akhirnya semangat ini pula yang seringkali melahirkan banyak tema segar untuk ditulis. Sesederhana itu saja.

Tugas menulis tentang pesan di akhir kelas sebagai bahan evaluasi mentor, rasanya kok masih sama, seperti yang sudah-sudah, bukan tema yang menarik buatku. Selain bingung mau menulis isi pesan seperti apa. Mungkin kembali saja kepada kesan diatas, semakin banyak yang kupelajari, semakin aku mengerti, kalau banyak hal yang belum kuketahui.
Atas dasar itu pulalah, aku berharap kedepannya nanti, masih dapat berdiskusi dengan para mentorku ini. Setiap saat, di setiap waktu dengan seluas-luasnya ilmu, termasuk koreksi membangun dari mereka, di tiap postingan dalam blogku. 



Regards,

❤️❤️



SPIRIT AND SOUL

Berangkat dari grup WA CACv, "Crafters Against Coronavirus" yang ber-anggota-kan para gadis murah hati dengan tujuan donasi masker kain, hasil karya tangan sendiri, lahirlah WAG "Nulis dan Ngeblog itu Asyik". Proyek kecil, cara kami mengisi waktu, akibat peraturan lock down ala Indonesia tercinta! 

Grup WA yang digawangi oleh cece Maria Magdalena bertujuan mulia dengan berbagi ilmu secara gratis, cara membuat blog, tips dan trik menggunakannya.
(Terima kasih ceMar, akhirnya blog kosong dan berdebu sejak 2009 milikku, bersih dan berisi. Thanks to you!).
Dan yang tak kalah menariknya yaitu ilmu menulis yang benar tanpa harus takut salah dan malu, oleh kak Raihana Mahmud atau biasa kami sapa dengam kak Irai.


Ditugas yang ke 5 ini, para anggota grup diminta oleh kak Irai untuk menuliskan kesan dan pesan, selama belajar. Buatku pribadi, saat awal membaca tugas tersebut, kok jadi terasa seperti, saying goodbye ya?
Nah loh, kenapa tiba-tiba aku jadi baper? Sementara, setiap kali tugas digelontorkan oleh kak Irai, disetiap harinya juga yang kurasa cuma bingung, harus mulai darimana mengerjakannya. 

Kenyataannya, 2 minggu sejak grup belajar ini dibentuk, tanpa disadari, menimbulkan perasaan, takut kehilangan. Walau hampir setiap harinya, aku harus manjat chat WAG, jika terlambat sedikit saja membuka handphone. Bertubi-tubi deadline tugas, kurang dari 24 jam, yang membuatku dan mungkin juga sebagian anggota grup, kalang kabut dan bingung hingga terpaksa blogwalking, demi mendapatkan ide untuk mulai menulis.

Namun salah satu pesan kak Irai yang kuingat, diawal pertemuan proses belajar kami,  

"Menulis itu mencegah kita dari lupa. 
Menulis juga akan meninggalkan jejak kehidupan kita pada generasi berikutnya."

Ditambahkan juga oleh kak Irai, quote menarik tentang itu dari Imam Ghazali, 

Jika kau bukan anak raja, dan bukan anak ulama besar, maka menulislah.

Menarik, bukan?! 😍

Pesanku buat kedua mentorku ini, (dengan tak habis-habisnya diliputi rasa syukur kepada-Nya, boleh ditakdirkan bertemu dengan mereka berdua, Alhamdilillah!) 
"tetaplah semangat berbagi ilmu dan koreksi kepada kami tanpa pamrih dan dengan deadline tugas yang sedikit lebih panjang". 😊

Selain daripada itu, tak lupa tentunya, iringan doa terbaik, agar mereka berdua tetap diberi kesehatan oleh Allah SWT, sehingga dapat terus berbagi hal-hal baik kepada siapa saja yang membutuhkannya, Aamiin! 


Keep In Touch! 


❤️❤️

FIRST OF JULY


Reminder:
ketika sedang lelah dengan deadline orderan dimasa pandemic seperti saat ini, kiat Kilas Balik seperti ini seringkali ampuh sebagai terapy me-reboot semangat pantang menyerah

Masker Non Medis

Pouch Triple Restleting
    
Berawal mula dari ketertarikan pada model simple pouch inilah, aku mulai serius menyukai dunia Crafting.

Dunia"Me Time" kusebutnya sekarang.

Dunia yang kurasa beruntung bisa terjun bebas kedalamnya. Hanya didasari oleh minat yang sama, dapat berjumpa dan berinteraksi dengan  banyak teman baru dari berbagai latar belakang ilmu dan profesi yang berbeda, melihat dan menyadari luasnya dunia kreatif ini meng-explore dirinya sendiri.
Terutama yang paling menarik kemurahan hati dan kesabaran sebagian besar dari mereka untuk berbagi pengetahuannya tanpa khawatir sedikit pun akan tersaingi.

semoga Allah membalas dengan kebaikan yang berlipat ganda, Aamiin!! 

NALURI

"Ternyata aku biasa menulis", menjadi tema besar, yang digelontorkan kepada kami, menandai tugas awal proyek bersama, one day, one post, kali ini. Entah mengapa, isi kepala ini menangkap pesan lain "yang tidak biasa", sehabis membaca tema tugas tersebut. Yang menarik, justru bukan pada ulasan teknik atau gaya penulisan maupun media yang dipakai penulis, seperti yang umum terjadi dan seringkali kita lihat di media sosial seperti FB, IG, WA, dll. Akan tetapi, secara pribadi, aku melihat tema yang disuguhkan kali ini, seolah pola baru, dari  gaya edukasi sang mentor, secara tidak langsung, yaitu dengan menggugah rasa percaya diri, sekaligus menggiring kami, kearah tindakan nyata, untuk berani, tanpa ragu, apalagi sampai merasa buntu. Setiap kali memulai suatu karya tulis.


Sumber Pribadi


Pemikiran subyektif? Iya, mungkin saja benar. Karena memang, belum ada proses riset di dalam tulisan ini, bahkan menanyakan, tujuan dari tema tugas kali ini, kepada sang mentor secara langsung pun, belum kulakukan. Sepatutnya, seorang penulis itu mengumpulkan bahan, ide dan data, sebelum ia menggoreskan pena.

Disini pun, aku hanya sedang menjabarkan insting,, yang terlintas dengan spontan. Berlatih mengemasnya dari ide sederhana, menjadi sebuah narasi yang apik. Meskipun masih sangat minim, dasar-dasar ilmu kepenulisan yang kumiliki, tetapi aku tetap berusaha menikmati prosesnya, lewat motivasi yang selalu digaungkan sang mentor, kak Irai. Hingga saatnya nanti, aku mampu melahirkan karya tulis kreatif, yang unik dan inspiratif bagi pembacanya.


Stay Healthy and Be Happy ❤️



"DE, "

53 tahun lebih, terbiasa dipanggil  "De..!!" Disaat yang sama pun, terbiasa memanggilmu  "Mbak..!!!" Lalu, s...